Tampilkan postingan dengan label Psikologi Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Belajar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

kenapa manusia perlu belajar ? (dalam pertanyaan)



1.      Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum perubahan perilaku dapat dihubungkan dengan proses belajar?
Jawaban :
Pertama, belajar diukur berdasarkan perubahan dalam perilaku; dengan kata lain, hasil dari belajar harus selalu diterjemahakan ke dalam perilaku atau tindakan yang dapat diamati. Setelah menjalani proses belajar, pembelajar (learner) akan mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan sebelum mereka belajar. Kebanyakan teoritisi belajar memandang belajar sebagai sebuah proses yang memperantarai perilaku. Menurut mereka, belajar adalah sesuatu yang terjadi sebagai hasil atau akibat dari pengalaman dan mendahului perubahan perilaku. Dalam kerangka definisi ini, belajar ditempatkan sebagai variabel pengintervensi (intervening) atau variable perantara. Variabel perantara ini adalah proses teoritis yang diasumsikan terjadi di antara stimuli dan respon yang diamati. Variabel independen (variabel bebas) (pengalaman) menyebabkan perubahan dalam variabel perantara (proses belajar), yang pada gilirannya akan menimbulkan perubahan dalam variabel dependen (variabel terikat) (perilaku).
Kedua, perubahan behavioral ini relative permanent; artinya, hanya sementara dan tidak menetap. Di sini setidaknya terdapat dua macam problem. Pertama, Seberapa lamakah perubahan perilaku harus bertahan sebelum dikatakan bahwa proses belajar telah kelihatan hasilnya? Aspek ini pada awalnya dimasukkan dalam definisi di atas untuk membedakan antara belajar dengan kejadian lain yang mungkin mengubah perilaku, seperti keletihan, sakit, pendewasaan, dan narkoba. Jelas, kejadian ini dan efeknya mungkin akan datang dan pergi dengan cepat, tetapi hasil dari belajar akan terus menetap sampai ia dilupakan atau muncul hasil belajar baru yang menggantikan hasil belajar yang lama. Jadi, keadaan temporer dan proses belajar akan memodifikasi perilaku, tetapi lewat belajar itulah modifikasi tersebut akan lebih relatif permanen. Namun, durasi modifikasi yang muncul dari belajar atau keadaan tubuh yang temporer itu tidak bisa ditentukan secara pasti. Problem lainnya terkait dengan fenomena yang menjadi perhatian sejumlah psikolog, yang disebut short-term memory (memori jangka pendek). Mereka menemukan bahwa jika informasi yang asing, seperti kata-kata yang tak bisa dipahami, diberikan kepada seseorang dalam suatu percobaan di mana informasi itu tidak diulang-ulang, orang itu akan mengingat kata-kata itu secara hampir sempurna selama sekitar tiga detik saja. Tetapi dalam waktu 15 detik selanjutnya, ingatan mereka turun hingga hampir ke titik nol atau lupa sama sekali.
Ketiga, perubahan perilaku itu tidak selalu terjadi secara langsung setelah proses belajar selesai. Artinya, hal-hal yang dipelajari mungkin tidak akan langsung dimanfaatkan. Atlet, misalnya, mungkin belajar posisi tertentu dengan melihat film dan mendengarkan penjelasan pelatih selama seminggu, namun mereka mungkin tidak menerjemahkan proses belajar itu ke dalam perilaku sampai tiba waktu pertandingan. Beberapa pemain bahkan tidak melakukan apa-apa selama waktu yang agak panjang karena sakit atau cidera.
Keempat, perubahan perilaku itu berasal dari pengalaman atau praktik (latihan). Jelas bahwa tak semua perilaku dipelajari. Perilaku yang lebih sederhana adalah hasil dari refleks. Sebuah reflex (refleks) dapat didefinisikan sebagai respon yang tak dipelajari lebih dahulu atau respon pembawaan internal dalam rangka bereaksi terhadap sekelompok stimuli tertentu. Perilaku refleks tidak perlu dipelajari terlebih dahulu; ia adalah karakteristik bawaan genetic dari organisme, bukan hasil dari pengalaman.Agar perubahan perilaku bisa dikatakan berkaitan dengan proses belajar, perubahan itu harus relative permanent dan harus berasal dari pengalaman. Jika suatu organisme melakukan suatu pola tindakan yang kompleks, namun bukan berasal dari pengalaman, maka tindakan itu tidak bisa dikatakan sebagai perilaku yang dipelajari.
Kelima, pengalaman, atau praktik, harus diperkuat; artinya, hanya respons-respons yang menyebabkan penguatanlah yang akan dipelajari. Namun harus dibedakan antara penguatan (reinforcement) dan imbalan (reward). Meskipun kedua istilah itu kerap dianggap sama, namun setidaknya ada dua alasan mengapa anggapan itu kurang tepat. Pavlov, misalnya, mendefinisikan suatu penguat (reinforcer) sebagai unconditioned stimulus, yakni setiap stimulus yang menimbulkan reaksi alamiah dan otomatis dari suatu organisme, sedangkan imbalan dianggap sebagai sesuatu yang diinginkan. Penganut Skinnerian juga tidak mau menyamakan penguat dengan imbalan. Menurut mereka, pengnuat akan memperkuat setiap perilaku yang secara langsung mendahului kejadian penguat. Sebaliknya, imabalan biasanya dianggap sebagai suatu yang diberikan atau diterima hanya untuk prestasi yang layak pencapaiannya membutuhkan waktu dan energi, atau diberikan untuk tindakan yang dianggap diinginkan oleh masyarakat. Lebih jauh, karena perilaku yang diinginkan itu biasanya sudah lama ada sebelum perilaku tersebut diakui lewat pemberian imbalan, maka imbalan itu tidak bisa dikatakan memperkuat perilaku itu. Jadi menurut penganut Skinnerian, penguat akan memperkuat perilaku, namun imabalan tidak.
(sumber : http://fajristainjusi.blogspot.com/2010/10/apa-itu-belajar.html, diunduh tanggal 5 Februari 2012,22:21:00 dan B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, Theories of Learning.)

2.      Jelaskan proses sensitisasi dan habituasi yang terjadi dalam kehidupan anda?
-          Proses sensitisasi adalah proses suatu organisme lebih responsife terhadap aspek tertentu dari lingkungannya.      Contoh dalam kehidupan : Sebelim kejadian tsunami di Aceh tahun 2004, saya dan keluarga hanya keluar dari bangunan ketika terjadi gempa dan kemudian masuk kembali setelah gempa selesai. Tetapi setelah kejadian tsunami di Aceh, maka saya dan keluarga langsung mencari informasi apakah setalah gempa ada bahaya datangnya  tsunami atau tidak setelah gempa terjadi.
-          Proses habituasi adalah proses dimana suatu organisme menjadi kurang responsife pada lingkungannya. Contoh : Ketika alam suatu ruangan tercium bau tetapi saya tidak dapat keluar atau menghindar dari ruangantersebut, maka lama kelamaan saya jadi terbiasa dengan bau dalam ruangan.
(Sumber : B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, Theories of Learning)

3.      Bedakan antara belajar dan performa /tindakan
Perbadeaann antara belajar dan performa/tindakan terletak pada tipe observasi. Belajar merujuk pada kemungkinan (potensi) perubahan perilaku, dan tindakan merujuk pada penerjemahan potensi ke dalam perilaku.
Bandura mendesain fase untuk menjelaskan perbedaan belajar-performa. Dalam fase ini, semua anak diberi insentif yang menarik agar mereproduksi (meniru) perilaku dari si model yang dilihatnya dalam televise sedang melakukan tindakan agressif, dan mereka semua melakukannya. Dengan kata lain, semua anak telah belajar, respon agressif model, tetapi mereka melakukannya dengan cara berbeda-beda, tergantung pada kekuatan mereka sebelumnya telah melihat model itu diperkuat, dihukum, atau mendapat konsekuensi netral. Kesimpulan tentang perbedaan belajar dan performa adalah sama. Temua utama dari kedua eksperimen itu bahwa penguatan adalah variable performa, bukan variable belajar. Menurut Bandura, belajar observasional terjadi sepanjag waktu serta tidak membutuhkan respon nyata atau penguatan. Bandura percaya bahwa pengamat harus menyadari kotigensi penguatan itu memberikan efeknya :”karena belajar melalui konsekuensi respon sebagian besar adalah proses kognitif, konsekuensi pada umumnya tidak banyak menghasilkan perubahan dalam perilaku yang kompleks jika tidak ada kesadaran akan apa-apa yang diperkuat itu.”
(Sumber : http://kedaibunga.wordpress.com oleh bunga, diunduh tanggal 5 Februari 2012, 2012,22:35:00 dan B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, Theories of Learning.)

4.      Sebutkan beberapa contoh perilaku kompleks yang tak dipelajari lebih dahulu. Apakah perilaku itu juga ada di kalangan manusia? Jelaskan.
5.      Mengapa istilah insting diganti dengan istilah perilaku spesies spesifik ?
Istilah insting diganti dengan istilah perilaku spesies spesifik karena insting hanya diartikan sebagai pola perilaku kompleks yang merupakan warisan genetis, sedangkan perilaku spesies spesifik adalah pola perilaku kompleks yang tidak tak dipelajari lebih dahulu dan relatif tidak bisa dimodifikasi yang dilakukan oleh binatang spesies tertentu dalam situasi tertentu.
(Sumber : B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, Theories of Learning)

6.      Sebutkan perbedaan antara istilah belajar dan pengkondisian !
Belajar adalah istilah umum yang digunkan untk mendeskripsikan perubahan potensi perilaku yang berasal dari pengalaman, sedangkan pengkondisian adalah istilah spesifik yang dipakai untuk mendeskripsikan prosedur aktual yang dapat memodifikasi perilaku.
(Sumber: B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, Theories of Learning)

7.      Berapa banyak jenis proses belajar? jelaskan.
Banyak para ahli yang menyimpulkan bahwa setidaknya ada dua jenis belajar atau pada dasarnya belajar dapat dipahami dalam term pengkondisian klasik dan instrumental.
1) Pengkondisian Klasik. Dilakukan oleh Ivan Pavlov pada percobaaannya dengan saliva anjing. Percobaan tersebut dilakukan pada seekor anjing, kegiatannya adalah memberi makan anjing eksperimen dan mengukur volume air liur anjing tersebut di waktu makan. Setelah prosedur yang sama dilakukan beberapa kali, ternyata anjing tersebut mengeluarkan air liur sebelum menerima makanan. Pavlov menyimpulkan bahwa beberapa stimulus baru seperti pakaian peneliti yang serba putih, telah diasosiasikan oleh anjing tersebut dengan makanan sehingga menimbulkan respons keluarnya air liur.
Proses conditioning biasanya mengikuti prosedur umum yang sama. Misalkan seorang pakar psikologi ingin mengkondisikan seekor anjing untuk mengeluarkan air liur ketika mendengar bunyi lonceng. Sebelum conditioning, stimulus tanpa pengkondisian (makanan dalam mulut) secara otomatis menghasilkan respons tanpa pengkondisian (mengeluarkan air liur) dari anjing tersebut. Selama pengkondisian, peneliti membunyikan lonceng dan kemudian memberikan makanan pada anjing tersebut.Bunyi lonceng tersebut disebut stimulus netral karena pada awalnya tidak menyebabkan anjing tersebut mengeluarkan air liur. Namun, setelah peneliti mengulang-ulang asosiasi bunyi lonceng-makanan, bunyi lonceng tanpa disertai makanan akhirnya menyebabkan anjing tersebut mengeluarkan air liur. Anjing tersebut telah belajar mengasosiasikan bunyi lonceng dengan makanan. Bunyi lonceng menjadi stimulus dengan pengkondisian (conditioning Stimulus/CS), dan keluarnya air liur anjing disebut respons dengan pengkondisian (Unconditioning Stimulus/UCS)
2) Pengkondisian Instrumental
Skinner membedakan dua jenis perilaku yaitu :
a. Responden Behavior ( perilaku responden ), yang ditimbulkan oleh suatu stimulus yang dikenali.
b. Operant Behavior ( perilaku operan ), yang tidak diakibatkan oleh stimulus yang dikenal tetapi dilakukan sendiri oleh organisme.
Skinner tidak mengatakan bahwa perilaku operan terjadi secara independent stimulasi ; dia mengatakan bahwa stimulus yang menyebabkan perilaku tersebut tidak diketahui dan bahwa kita tidak perlu mengenali penyebabnya karena hal itu tidak penting. Berbeda dengan perilaku responden, yang bergantung pada stimulus yang mendahuluinya, perilaku operan dikontrol oleh konsekuensinya.
-          Pengkondisian Tipe S Dan Tipe R.
Dengan adanya dua macam perilaku tersebut, ada dua macam pengkondisian yaitu :
a. Respondent Conditioning ( pengkondisian responden ) atau pengkondisian tipe S
Indentik dengan pengkondisian klasik, karena menekan arti penting stimulus dalam menimbulkan respons yang diinginkan. ( berdasarkan besaran / magnitude dan respons yang terkondisikan).
b. Operant Conditioning ( pengkondisian operan ), pengkondisian tipe R. Tipe kondisi yang menyangkut perilaku operan dinamakan tipe R karena penekanannya pada respons.
-  Prinsip Pengkondisian Operan :
a. Setiap respons yang diikuti stimulus dengan stimulus yang menguatkan cenderung akan diulang.
b. Stimulus yang menguatkan adalah segala sesuatu yang memperbesar rata – rata terjadinya respons operan.
- Kotak Skiner ( skiner box )
Kotak skiner merupakan perkembangan dari puzzle box Thorndike. Skiner menggunakan binatang ( tikus dan merpati ) untuk percobaannya. Kotak Skiner biasanya menggunakan lantai berkisi – kisi, cahaya, tuas, atau pengukit dan cangkir makanan. Ketika hewan tersebut menekan tuas, maka secara otomatis, secuil makanan akan jatuh ke cangkir makanan.
Sumber (B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, Theories of Learning, http://petiusang.wordpress.com, diunduh pada 5 Februari 2012,23:00:00 dan http://elearning.unesa.ac.id,  diunduh pada 5 Februari 2012,23:05:00)

Selasa, 03 April 2012

BURRHUS FREDERICK SKINNER (Behavioral Radikal, Pengkondisian tipe S dan R, Hukuman, Kotak Skinner dan Sikap Skinner terhadap Teori Belajar)


BURRHUS FREDERICK SKINNER


Lahir di Susquehanna, Pennsylvania (1904-1990), meraih gelar master (1930) dan Ph.D (1931) dari Harvard University. Semasa Perang Dunia II, Skinner berusaha mengaplikasikan teorinya untuk pertahanan nasional
                                                 

KONSEP UTAMA TEORITIS

BEHAVIORAL RADIKAL
Skinner menolak istilah dorongan motivasi dan tujuan untuk menjelaskan perilaku manusia. Menurutnya, aspek yang dapat diamati dan dapat diukur dari lingkungan, dari perilaku organisme dan dari konsekuensi perilaku itulah yang merupakan materi penting untuk penelitian ilmuah.

PERILAKU RESPONDEN DAN OPERAN
Respondent behavioral adalah perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang dikenali, contohnya adalah semua gerak reflek.
Operant behavioral adalah perilaku yang tidak diakibatkan oleh stimulus dikenal tetapi dilakukan sendiri oleh organisme.

PENGKONDISIAN TIPE S DAN TIPE R
Pengkondisian tipe S (respondent conditioning) identik dengan pengkondisian klasik karena menekankan pada pentingnya stimulus dalam menimbulkan respon yang diinginkan, dan ditentukan berdasarkan magnitide.
Pengkondisian tipe R (operant conditioning) menekankan pada respon, kekuatan pengkondisian ditunjukan dengan tingkat respon.

PRINSIP PENGKONDISIAN
Prinsip umum tipe R:
1.     Setiap respon yang diikuti dengan stimulus yang menguatkan cendrung akan diulang
2.     Stimulus yang menguatkan adalah segala sesuatu yang memperbesar rata-rata terjadinya respon operan.
Dalam pengkondisian operan, penekanannya adalah pada perilaku dan pada konsekuensinya, organisme pasti merespon dengan cara tertentu untuk memproduksi stimulus yang stimulus. Proses ini merupakan contoh dari contingent re3inforcement, sebab usaha mendapatkan penguatan adalah kontingen (tergantung) pada organisme yang mengeluarkan respon tertentu.
Prinsip pengkondisian operan berlaku untuk memodifikasi perilaku, seseorang cukup mencari sesuatu yang mneguatkan bagi organisme tersebut. Menurut Skinner, personalitas adalah pola perilaku yang konsisten yang meringkaskan sejarah penguatan dalam diri kita, sedangkan kultur adalah seperangkat kontingensi penguatan. Selain itu menurut Skinner,organisme bersenyawa senantiasa dikondisikan oleh lingkungannya.

KOTAK SKINNER
Kotak Skinner biasanya menggunakan lantai berkisi-kisi, cahaya, tuas/pengungkit dan cangkir makanan. Ketika hewan menekan tuas, mekanisme pemberi makan akan aktif, dan semakin secuil makanan akan jatuh ke cangkir makanan.



PENCATATAN KUMULATIF
Cummulative recording digunakan untuk mencatat perilaku hewan dalam kotak Skinner. Waktu dicatat di sumbu x, total jumlah respons dicatat di sumbu y. Pencatatan kumulatif tidak pernah menurun. Ketika catatan kumulatif menunjukan garis yang sejajar atau paralel dengan sumbu x, berarti tidak ada respon, artinya hewan tidak menekan tuas.

PENGKONDISIAN RESPONS PENEKANAN- TUAS
Langkah-langkah pengkondisian respons:
1.     Deprivasi
Perangkat prosedur yang dihubungkan dengan bagaimana suatu organisme melakukan tugas tertentu.
2.     Magazine Training
Terbentuknya penguatan skunder lewat asosiasi dari penguatan primer
3.     Penekanan tuas respon penekanan tuas, setelah diperkuat, akan cenderung diulang, dan saat diulang, respon diperkuat lagi yang meningkatkan probabilitas pengulangan respon

PEMBENTUKAN
Pembentukan terdiri dari dua komponen yakni differential reinforcement; sebagian respon diperkuat dan sebagian lainnya tidak, successive approximation; fakta bahwa hanya respon-respon yang sama dengan yang diinginkan eksperimenterlah yang akan diperkuat.

PELENYAPAN
Pelenyapan terjadi ketika respon akan dikembalikan kepada respon diman penguatan belum diperkenalkan. Tingkat dasar ini dinamakan operant level; frekuensi yang terjadi secara alamiah di dalam kehidupan hewan itu sebelum dia diperkenalkan dengan penguatan

PEMULIHAN SPONTAN
Pemulihan spontan terjadi, apabila hewan dikembalikan ke sarangnya selama beberapa periode waktu tertentu dan kemudian dikembalikan ke situasi percobaan, ia sekali lagi akan mulai menekan tuas dengan segera tanpa perlu dilatih lagi.

Penguat yang digeneralisasikan
Suatu  generalized reinforce (penguat yang digeneralisasaikan) adalah penguat sekunder yang dipasangkan dengan lebih dari satu penguat utama. Uang adalah penguat yang digeneralisasikan karena ia pada akhirnya diasosiasikan dengan banyak penguat utama.
Keuntangan  utama dari penguat yang digeneralisasikanadalah ia tidak tergantung pada  kondisi deprivasi agar bisa efektif.Makanan , misalnya  hanya akan memperkuat untuk organisme  kelaparan, tetapi uang dapat dipakai sebagai penguat tanpa tergantung apakah seseorang  kelaparan atau tidak.Setiap aktivitas  yang pernah menyebabkan penguatan mungkin akan menjadi penguatan itu sendiri.
Perantian
Satu respons dapat membawa  organism behubungan dengan stimuli yang bertindak sebagai SD untuk respons lainnya, yang pada gilirannya akan menyebabkan mengalami stimuli yang menyebabkan respon ketiga dan seterusnya.Proses ini disebut Chaining (perantain atau proses berantai).Dalam kenyataannya sebagian besar perilaku melibatkan beberapa bentuk perantaian .Misalnya tindakan menekan tuas dalam kotak skinner bukan merupakan respon yang tunggal.
Penguatan positif dan Negatif
Untuk meringkas pandangan Skinner tentang penguatan, pertama
 primary positive reinforcement(penguatan positif primer).yaitu sesuatu secara alamiah memperkuat bagi organism dan berkaitan dengan survival , seperti makanan dan minuman .Setiap stimuls netral yang diasosiakan dengan penguatan positif primer akan menerima krakteristik penguatan skunder.Sebuah penguat postitf, entah itu primer atau skunder , adalah sesuatu yang apabila ditambahkan ke situasi oleh suatu respon tertentu  akan meningkatkan probabilitas terulangnya respons tersebut.
Primary negative reinforce (penguat negative primer)adalah sesuatu yang membahayakan secara tidak alamiah bagi organism, seperti suara yang amat tinggi atau setrum listrik.setiap stimulus netral yang diasosiasikan dengan penguatan negative primer akan memperoleh karakkkteriiistik penguat sekunder negate.Sebuah penguat negative entah itu primer atau skunder adaaalah sesuatu yang jika dihilangkan dari situasi oleh respon tertentu akan meningkatkan probabilitas terulangnya respons tersebut.

Hukuman
Punishment (hukuman) terjadi ketika suatu respons menghilangkan sesuatu yang positif dari situasi atau menambahkan sesuatu yang negative.
Argumen  utama Skinner  yang menentang penggunaan hukuman adalah bahwa hukuman itu dalam jangka panjang tidak akan efektif.Tampak bahwa hukuman hanya menekan prilaku, dan ketika anacaman hukuman dihilangkan , tingkat prilaku akan kembali ke level semula.Jadi , Hukuman sering kelihatannya sangat berhasil padahal ia sebenarnya hanya menhasilkan efek temporer.
Argumen lain yang menentang hukuman adalah sebagai berikut :
1.Hukuman menyebabkan efek samping emosional yang buruk
2. Hukuman menunjukkan apa yang tidak boleh dilakukan organism , bukan apa yang seharusnya dilakukan.
3.Hukuman menjustifikasi tindakan menyakiti pihak lain .
4.Berada dalam situasi dimana prilaku yang dahulu dihukum kini dapat dilakukan tanpa mendapat hukuman lagi mungkin akan menyebabkan anak merasa diperbolehkan melakukannya lagi.
5.Hukuman akan menimbulkan agresi terhadap pelaku penghukum pihak lain.
6.Hukuman sering mengganti respons yang tidak diinginkandengan merespon  yang tak diinginkan lainnya.
Alternatif Hukuman :
Skinner menyebutkan sejumlah alternative selain penggunaan hukuman.situasi ini yang menyebabkan prilaku         yang tak diinginkan bisa diubah  dan karenanya akan mengubah prilaku.misalnnya, memindahkan piring hiasan cina dr ruang keluarga akan mengeliminasi problem anak memecahkan barang itu.
Perbedaan antara pengkondisian instrumental dengan pengkondisian  operan
Karakteristik
Instrumental
Operan
Lokasi perilaku


Metodologi

Prosedur


Displai
Displai  data

Sumber data


Statistic

Apakah menggunakan kontrol
Jalan yang ruwet , jalan keluar, kotak teka-teki

Percobaan diskret

Subjek ditempatkan dalam apparatus untuk memulai seiap percobaan di satu sesi
Kurva belajar
Kinirja percobaan dan percobaan

Rata-rata kinerja kelompok subjek

Yes : tes significant

Ya : tidak mengatur variable atau factor perlakuan
Ruang operan


Responding bebas

Subjek diletakkan dalam apparatus hanya untuk memulai satu sesi
Catatan kumulatifrekuens
Frekuensi kumulatif terhadap waktu
Kinerja subjek –individual


Tidak

Basis praperlakuan subjek berfungsi sebagai nilai perbandingan .

Jadwal penguatan :
Skiner mempelajari efek penguatan parsial ini secara parsial ini secara ekstensif dan akhirnya menulis sebuah buku bersama fester yang diberi judul  Schedules of reinforcement.
1.Continuous Reinforcment Schedule
2.Fixed Interval Reinforcement Schedule
3.Fixed Ration Reinforcement Schedule
4,Variaabel Interval Reinforcement Schedule
5.Variable Ratio Rinforcement Schedule
6.concurrent Schedule and the matching Law.
7.concurrent chain Reinforcement Schedule
8.Progresif Ratio Schedules and behavioral Economics
            Perilaku Verbal
            Skinner percaya bahwa perilaku verbal (bahasa) dapat dijelaskan dalam konteks teori penguatan. Bicara dan mendengar adalah respons-respons yang dipengaruhi oleh penguatan, seperti halnya respons lainnya. Skinner menggolongkan respons verbal berdasarkan bagaimana mereka terkait dengan penguatan, yakni dari segi apa yang mesti dilakukan agar respons itu diperkuat. Klasifikasinya adalah :
·         Mand
·         Tact
·         Echoic Behavior
·         Autolictic Behavior
Kontrak Kontingensi
            Kontrak Kontingensi adalah perluasan pemikiran Skinnerian. Yang berarti, menyusun semacam tata situasi yang diinginkannya apabila orang itu bertindak dalam cara tertentu. Istilah kontrak kontingensi berasal dari fakta bahwa perjaanjian (kontrak) itu dilakukan dalam rangka memperkuat aktivitas tertentu, yang tidak akan bisa diperkuat tanpa perjanjian semacam itu.  Kontrak kontingensi adalah cara memodifikasi perilaku melalui kontingensi penguatan langsung ketimbang penguatan tidak langsung.
Sikap Skinner Terhadap Teori Belajar
             Skinner percaya bahwa tak perlu kita merumuskan teori yang rumit untuk mempelajari perilaku manusia, dan dia percaya kita tak perlu tahu korelasi fisiologis dari perilaku. Dia percaya bahwa kejadian behavioral harus dideskripsikan dalam bentuk term hal-hal yang langsung mempengaruhi perilaku dan adalah tidak logis jika kita berusaha untuk menjelaskan perilaku dalam term kejadian fisiologis. Karena alasan inilah, metode riset Skinner disebut “pendekatan organisme kosong”.
            Kebutuhan Akan Teknologi Perilaku
            Skinner menganggap teknologi perilaku yang disusun dengan cermat akan bisa membantu manusia memecahkan banyak masalah, namun banyak orang akan menentang teknologi ini karena tampaknya ia bertentangan dengan sejumlah kepercayaan tentang diri kita, terutama diri manusia sebagai makhluk yang rasional, bebas dan bermartabat.
           
Relatifitas Penguatan
David Premack
            Secara spesifik dia menunjukkan bahwa setiap respons yang terjadi dengan frekuensi yang cukup tinggi dapat dipakai untuk memperkuat respons yang terjadi dengan frekuensi relative rendah. Ringkasnya, kita dapat mengatakan bahwa jika suatu aktivitas terjadi lebih sering ketimbang aktivitas-aktivitas lain, maka aktivitas itu dapat digunakan sebagai penguat untuk memperkuat aktivitas yang kurang sering dilakukan yang disebut dengan Premack Principle.
Revisi Prinsip Premack
            Pembelaan tradisional saat Thorndike atau Skinner diserang adalah argument Meehl (1950). Menurut argument ini, sebuah penguat dalam satu situasi dapat ditunjukkan untuk memodifikasi perilaku dalam situasi lain. Salah satu temuan penting yang diambil dari riset Premack adalah bahwa argument transtitusional adalah tidak memadai atau bahkan keliru. Riset yang dilakukan oleh William timberlake dan rekan-rekannya cukup penting dalam kaitannya dengan kegagalan argument transtitusional, keterbatasan prinsip Premack dan sifat dari penguatan.
William Timberlake
            Timberlake (Timberlake, 1980; Timberlake & Farmer-Dougan, 1991) membedakan antara hipotesis probabilitas-diferensial, pendapat yang dianut oleh Premack, dengan disequilibrium hypothesis, pendapat yang berasal dari studi Premack. Riset timberlake dengan jelas menunjukkan bahwa argument transtitusional tentang penguatan adalah tidak benar.
Kesalahan Perilaku Organisme
            Perhatian terhadap bagaimana tendensi perilaku berinteraksi dengan prinsip belajar dimulai oleh dua bekas rekan Skinner, Marian Breland (kemudian berganti nama menjadi Marian Bailey, 1920-2001) dan Keller Breland. Keluarga Breland ini menemukan bahwa kendati hewan-hewan mereka pada awalnya sangat terkondisikan, namun pada akhirnya perilaku naluriah mereka akan muncul dan mempengaruhi apa-apa yang telah mereka pelajari. Fenomena lainnya yang menunjukkan pentingnya perilaku naluriah dalam situasi belajar adalah autoshaping, dengan menyamakannya dengan perilaku takhayul (superstitious).
Pandangan Skinner tentang Pendidikan
·         Belajar akan berlangsung sangat efektif apabila informasi yang akan dipelajari disajikan secara bertahap, pembelajar segera diberi umpan balik mengenai akurasi pembelajaran mereka, pembelajar mampu belajar dengan caranya sendiri.
·         Skinner menegaskan bahwa tujuan belajar seharusnya dispesifikasikan dahulu sebelum belajar yang mesti didefenisikan secara behavioral.
·         Bagi Skinner, motivasi hanya penting untuk menentukan apa yang akan bertindak sebagai penguat.
·         Fungsi utama pendidikan bagi guru Skinnerian adalah mengatur kontingensi penguatan sehingga perilaku yang dianggap penting bisa ditingkatkan.
·         Semua behavioris S-R menyarankan suatu lingkungan belajar yang memungkinkan individu belajar dengan kecepatan yang berbeda-beda.
·         Menghindari pemberian hukuman.
Riset Trimbelake dengan jelas menunjukkan bahwa argumen transituasional tentang penguatan tidak benar, peran jadwal kontingensi adalah menghasilkan disekuilibrium.
KESALAHAN PERILAKU ORGANISME
Pandangan yang berbeda dengan pendapat bahwa hukum belajar yang sama belaku untuk semua mamalia adalah pandangan yang berkaitan dengan konsep insting. Menurut pandangan ini, beberapa respon akan lebih mudah untuk dikondisikan bagi beberapa spesies ketimbang spesies lain karena respon terjadi lebih alamiah bagi beberapa spesies dibanding spesies lain.
Marian Breland dan Keller Breland mampu melatih berbagai macam hewan untuk melakukan trik dengan menggunakn teknik operan. Pada 1961 keluarga Breland melaporkan telah melatih 38 spesies (dengan total 6000 binatang). Tetapi lama kelamaan  terjadi kegagalan dalam pengkondisian perilaku ini, karena akhirnya perilaku naluriah mereka akan muncul mempengaruhi hal yang telah dipelajari. Pasangan Breland menyimpulkan bahwa “Hewan-hewan dikuasi oleh perilaku naluriah yang kuat, dan disini ada prapotensi dari pola perilaku yang lebih kuat ketimbang perilaku yang dikondisikan”. Tendensi pola perilaku bawaan yang pelan-pelan menganitikan perilaku bawaan disebut instinctual drift. Fenomena lain yang menunjukkan pentingnya perilaku naluriah dalam situasi belajar adalah autoshaping. Dalam autoshaping hewan tampaknya membentuk perilakunya sendiri.
PANDANGAN SKINER TENTANG PENDIDIKAN
Menurut Skinner, belajar berlangsung efektif apabila : 1). Informasi yang dipelajari berlangsung secara bertahap, 2) pembelajar segera diberi feedback mengenai akurasi pembelajaran mereka, 3). Pembelajar mampu belajar dengan caranya sendiri. Skinner menegaskan bahwa tujuan belajar harus dispesifikan terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai. Skinner memulai langkah dari sederhana ke langkah kompleks, karena perilaku kompleks dianggap terdiri dari bentuk-bentuk perilaku sederhana. Skinner menggunakan penguatan ekstrinsik dalam pendidikan, karena bagi guru Skinnerian, fungsi utama pendidikan adalah mengatur kontingensi enguatan sehingga perilaku yang dianggap penting bisa ditingkatkan. Jadi penguatan instrinsik dianggap tidak penting.
Semua Behavioris S-R menyarakan lingkungan belajar yang memungkinkan individu belajar dengan kecepatan berbeda, jadi behavioris cenderung menghindari teknik pengajaran ala ceramah karena dengan cara ini tidak diketahui apakah proses belajar sudah diketahui dan tidak diketahui kapan mengatur penguatan. Selain itu, Skinnerian menghindari pemberian hukuman, siswa akan memperkuat perilaku yang tepat dan mengabaikan perilaku yang tak tepat.
WARISAN SKINNER : PSI, CBI, DAN BELAJAR ON-LINE
            Skinner mengusulkan alternatif untuk teknik pengajaran yang dinamakan dengan programmed learning. Alat yang diciptakan untuk menyajikan materi yang terprogram dinamakan teaching learning.Pendekatan Skinner untuk belajar terprogram mengandung ciri-ciri yang berasal dari teori belajar, yaitu : 1) langkah-langkah kecil, 2) Respon yang jelas, 3) Umpan balik segera, 4) Self Pacing.Belajar terprogram adalah alat pengajaran yang efektif, tapi unsur utama yang membuatnya efektif belum diketahui.
SISTEM INSTRUKSI PERSONAL
Personalized Systems of Instruction (PSI) awalnya dinamakan Keller Plan. Metode PSI mengindividualisasikan dan memberi umpan balik yang sering dan cepat tentang kinerja siswa. Penekanan dalam pengajaran PSI adalah pada penguasaan materi segmen yang diajarkan.
INSTRUKSI BERBASIS KOMPUTER
Computer Based Instruction (CBI) adalah penggunaan computer untuk mengajar materi dikelas. Komputer bukan hanya digunakan untuk menyajikan materi instruksional, tetapi juga mengevaluasi seberapa baik materi telah dipelajari. Komputer juga dapat member hasil tes secara langsung baik kepada siswa maupun kepada guru. Prinsip belajar terprogram Skinner dan kelas PSI Keller juga ada dalam CBI. Format pendidikan yang terkait CBI adalah “kelas virtual” yang disebut juga on-line education (pendidikan online).
Krtik terhadap CBI : Banyak yang berpendapat bahwa teknik ini bukan pengajaran yang sesungguhnya, karena teknik ini meminimalkan guru. Kritik mengatakan bahwa interaksi spontan antar siswa dengan guru atau antar siswa dengan siswa tidak ada dalam program PSI dan CBI,kritik ini diperluas ke beberapa aspek belajar online. Beberapa pengkritik mengatakan bahwa jenis materi pendidikan yang paling penting tidak dapat dispesifikasikan untuk diprogram atau disusun dalam segmen-segmen.
EVALUASI TEORI SKINNER
1.     KONTRIBUSI
Program riset Skinner yang panjang dan produktif berpengaruh terhadap psikologi murni dan terapan. Sistem Skinner cukup langsung dan dapat dengan mudah diaplikasikan ke berbagai problem, mulai dari pelatihan hewan sampai terapi modifikasi perilaku manusia. Karyanya menimbulkan hukum kesesuaian dan berdampak tak langsung pada riset terhadap pembuatan keputusan behavioral.
2.     KRITIK
Staddon berpendapat bahwa keyakinan Skinnerian tentang hukuman itu tak efektif menyebabkan praktek pengasuhan (parenting) yang keliru, yang pada gilirannya akan menyebabkan naiknya angka kejahatan, tindakan melanggar hukum dan literasi. Selian itu, metode ideografis yang dikemukakan oleh Siknner memungkinkan pengkajian perilaku individu secara detail,adalah sulit untuk membandingkan hasil dari prosedur ini dengan hasil laboratorium yang menggunakan metode nomotetik.Kritik kedua diarahkan pada keengganan Skinner menyusun teori. Teori yang berbeda dengan deskripsi, sering ditentang, dibantah dan diperdebatkan.
 
Daftar Pustaka : B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, Theories of Learning.2
Tugas Kelompok : - Fahma Aziza Putri
                                  - Remawitda
                                 - Ogi Wulansari
                                 - Ivonny Dafina